“ Dibalik Rasa Sebuah Coretan “
Banyak orang saat itu yang takut
bermimpi besar, takut memulai dan serentetan ketakutan lainnya. Begitu pula
Aku, yang pertama kali bermimpi untuk menjadi seorang guru Pendidikan Bahasa
Arab. Aku memiliki hal yang sama seperti mereka yaitu rasa takut, dan tak
percaya diri, mungkin ketakutan ku melebihi ketakutan mereka. Apakah ini baik?
tentu saja TIDAK! Gumamku dalam hati pada saat Aku duduk dikelas 12 Madrasah Aliyah.
Sejak MA, Aku sangat menyukai satu
pelajaran ini yaitu bahasa Arab dan ditambah lagi guru pelajaran itu sangat
baik, dan sabar dalam mengajar. Rasanya Aku ingin sepertinya, menurutku Dialah
motivator guru yang terhebat. Aku menyanyanginya tetapi, Allah lebih
menyanyangi dan mencintainya. Beliau telah menghadap sang Ilahi, bibirku serasa
kaku dan hanya diam tanpa kata ketika mendengar berita saat itu, hati kecilku
hanya berkata selamat jalan, engkau memang tidak lagi bersamaku tapi
jasa-jasamu tak akan pernah ku lupa.
Teng … teng … teng… bel sekolah
berbunyi pertanda semua siswa diharapkan berkumpul dilapangan. Hari itu ada
penyampaian mengenai kelulusan sekolah, semua siswa bersorak gembira, menangis
haru, dan saling berpelukan. Betapa gembiranya hari itu tiga tahun lamanya
mengali ilmu disekolah itu, akhirnya selesai juga perjuangan itu, dan
Alhamdulillah kita semua lulus 100% dengan nilai yang memuaskan. Aku termenung
sendiri, “Ya Allah, apakah Aku harus kuliah? Apakah Aku harus mewujudkan mimpi
pertama yang ku katakana pada diriku? Mohon beri petunjuk kepadaku, gumamku
dalam hati. Aku tak tahu apa yang kupikirkan saat itu, tiba-tiba Aku memilih
mengambil jurusan lain. Aku benar-benar mengkhianati mimpiku yang pertama kali.
Kenapa Aku? Aku mencoba meminta izin
dari orangtua, tetapi mereka tidak mengizikan Aku untuk mengambil
jurusan itu, mereka ingin Aku mengambil jurusan Pendidikan. Aku bingung mataku
mulai berkaca-kaca hingga air mata itu membasahi pipiku. Aku mulai berdo’a
kepada sang Ilahi, untuk bisa memantapkan pilihanku, dan pada hari itu Aku
telah mendapatkan jawabannya. Pelajarilah Bahasa Arab, karena ia adalah
sebagian dari Agamamu (Umar bin Khattab). Kata-kata ini membuat Aku mantap
untuk mewujudkan mimpi pertamaku.
Perjuangan itu berlanjut, kini Aku
Akhirnya kuliah dan duduk dijurusan impianku. Hari pertama masuk Aku merasa
Asing, Aku tak mengenal mereka rasa canggung dan malu mulai menyelimuti. Aku
merasa tidak percaya diri pada diriku, begitu banyak dari mereka yang lulusan
pesantren. Pastinya ilmu bahasa Arab mereka jauh lebih hebat sedangkan Aku, Aku
hanya lulusan Madrasah Aliyah yang mungkin ilmuku tak sebanding mereka. Aku mulai
merendahkan diriku sendiri, Aku hampir putus asa, bahkan yang Aku takuti adalah
Aku takut bersaing. Aku bisa Apa? Apa yang bisa kuandalkan? Lagi dan lagi
bergumam dalam hati, tiba-tiba teman sebelahku mengagetkanku, Aku terkejut
“Astagfirullah, iya ada apa? Ada yang bisa dibantu? Kataku. Ngak ada, Aku
perhatikan dari tadi kamu melamun sendirian ? tanyanya kepadaku. Ohh yaa? Aku
merasa tidak melamun hanya diam saja, jawabku sambil melempar senyum tipis. Ohh
ya sudah, mari kita berteman…! Katanya sambil memberikan tangannya kepadaku.
Aku terkejut, akhirnya ada yang mau berteman denganku. Aku bahagia hari itu,
akhirnya lama kelamaan Aku mulai mengenal sosok-sosok yang luar biasa dan
menganggap mereka sebagai keluarga kedua, mereka itu adalah PBA17.
Aku tak tahu darimana aku harus
menceritakan semua ini, begitu banyak kisah yang telah diabadikan mulai
semester awal hingga sekarang, dari zaman yang masih polos-polosnya hingga
sekarang memasuki zaman transisi. Suka bahkan duka sudah sering dialami, Aku
pun merasakannya diasaat Aku mulai jatuh Aku memiliki sosok-sosok yang akan
membangkitkanku, begitu pun saat bangkit Aku juga yang akan membangkitkan
sosok-sosok yang jatuh itu. begitulah persahabatan yang diikat dengan ukhuwah
yang erat.
Semester awal, kisah itu mulai
terbentuk. Ketika bersama-sama mengikuti kegiatan dikampus maupun kegiatan
jurusan. Hari itu kupandangi sosok-sosok penuh semangat yang ingin berjuang
bersama hingga akhir. Mereka memiliki karakter yang berbeda-beda, apalagi
ketika kita menyatu dalam satu ruangan suara teriakan, tawaan, dan candaan
semua jadi satu diibaratkan ada gemuruh bahkan seperti ada kapal pecah.
Kisah itu berjalan terus menerus, hingga semester demi semester sudah terlalui.
Saat itu satu persatu telah menemukan titik jenuh. Jenuh tugas yang tak kunjung
usai, hafalan Aj-jurumiyyah yang membuat gereget, hafalan hadis tarbawi yang
memeras pikiran, membuat RPP, dan lain-lain. Karena disetiap semester memiliki
tingkat kesulitan dan kemudahan masing-masing. Yang kupikir saat itu hanyalah
Aku harus bisa menyelesaikannya dengan baik, dengan menginggat sang Ilahi dan
dua orang yang jauh dari tanah rantau Aku akan menjadi tenang. Mereka pasti
sekarang sedang mendo’akanku.
“Tiga macam golongan yang do’anya
mustajab dan tidak diragukan lagi kedahsyatannya. Yakni doa orangtua kepada
Anaknya, doa musafir (orang yang sedang berpergian), dan orang yang didzalimi.” ( H.R. Bukhari, Ahmad, dan Abu Dawud).
Aku bangga dengan diriku sendiri,
bukan berarti Aku sombong. Aku bangga karena bisa mengenal sosok-sosok baru
yang hadir kepadaku, dan lebih bangganya Aku berjuang bersama mereka dijurusan
Pendidikan Bahasa Arab. aku tak menyangka jika telah berjuang sejauh ini,
bersama mereka PBA17. Mungkin kesannya hal ini biasa saja, tapi bagiku ini hal
yang luar biasa. Karena Aku termasuk orang yang suka mengabadikan kisah, bukan
melalui potret-potret foto saja tapi Aku juga mengungkapkan rasa ini melalui
sebuah coretan yang bersuara. Sekarang Aku tahu diri, bahwa Aku jangan terlalu
bangga pada diriku sendiri. Ternyata jika aku melihat sesuai fakta, ketika
orang bertanya kepadamu kamu sekarang jurusan apa, lalu kau menjawab “ Jurusan
Bahasa Arab “. Maka orang itu langsung terkejut bahkan takjub, seakan-akan
mereka seperti mendengar berita luar bisa. Sejatinya mereka bukan takjub pada
dirimu tapi pada jurusanmu itu. walaupun kau adalah salah satu penduduk disitu,
tak ada artinya jika pendapat orang baik terhadapmu tapi nyatanya dirimu tak sebaik
apa yang dikatakan orang, Akan lebih baik jika kita dikatakan tak baik oleh
orang tapi akhirnya kita bisa membuktikan bahwa yang dikatakannya salah. Aku
bangga padamu! Kau telah menjadi yang terbaik, maka Aku akan berusaha menjadi
yang terbaik pula. Hingga Akhirnya, semua bersorak Kau dan Aku Berjaya,
Pendidikan Bahasa Arab Mumtaz.
Hari demi hari telah berlalu,
kisah-kisah itu sebentar lagi akan usai. Kita sudah berada diujung perjuangan.
Melalui coretan ini, aku tak bisa menceritakan satu kisah saja yang telah
dilalui, karena aku adalah termasuk orang yang langsung mengambil kesimpulan
terhadap kisah-kisah yang telah kulalui. Hari itu, aku sudah tahu apa isi hati
kalian satu persatu, jika Aku Rindu, Aku akan membuka kembali tulisan-tulisan
kecil itu yang memberikan kritik bahkan saran yang membangun. Akhir dari
coretan ini, Aku hanya ingin berterima kasih karena telah mengisi kisahku
dengan berbagai pengalaman yang telah dibagi. Mari kita berbagi kisah kembali
sebelum kita benar-benar berada diujung perjuangan, tetaplah tersenyum bahagia
dan selalu bersyukur, walaupun nantinya kita akan menangis bersama untuk sebuah
perpisahan. Tak bisa dihindari dan itu pasti terjadi. Inilah, sebuah coretan kecil
untukmu PBA 17.
Tonton Video Kami, "Kita dan Kenangan".
Bismillah, Assalamualaikum wr.wb.
perkenalkan namaku Thityn Ayu Nengrum, aku asli jawa aku lahir tepatnya di
Bojonegoro Jawa timur, dan sekarang aku merantau ikut orangtua di Sulawesi
utara umur-ku sekarang sudah 19 tahun
dan sekarang aku kuliah di IAIN Sultan Amai Gorontalo mengambil jurusan
Pendidikan Bahasa Arab. Aku mempunyai hobi membaca dan untuk menulis sebenarnya
aku tidak hobi. Tapi kalau ada keinginan untuk nulis yaa nulis. Aku telah dua kali menulis kisahku secara nyata, dan
kisah ini menjadi kisah yang ketiga. Dan
untuk kisah dengan tema semuanya tentang PBA aku mengambil judul “Dibalik Rasa
Sebuah Coretan”. Aku mempersembahakan kisah ini untuk PBA17 Agar mereka tahu
bahwa kenangan itu tak selalu abadi, maka aku menuliskannya agar mereka bisa
membaca selalu bahwa dibalik itu ada sosok orang yang mengungkapkan rasa
melalui coretan bersuara ini. Terima
kasih .

terharu aku tin
BalasHapussemoga abadi persahabatn dan kekluargaan
#pba17
Alhamdulillah, jika ada yg merasa terharu dengan coretan pena ini. Mari sama-sama berjuang untuk mencapai satu tujuan digerbang kesuksesan.
BalasHapusأنا في سرور عند ما قرأت هذه الكتابة
BalasHapusلاسيما يتعلق بمرحلتنا قسم تعليم اللغة العربية
ندعو الله أن يباركنا في كل إجتهاد
أنا سعيد بلقائكم
BalasHapusMa Syaa Allah...
BalasHapusceritanya sangat menginspirasi kak. Dan saya merasa masuk dijurusan pendidikan bahasa arab adalah salah satu pilihan yang tepat bagi saya.
Alhamdulillah, jika ada yg terinspirasi dengan tulisannya ana. sejatinya goresan pena ini, masih banyak kekurangan. Syukran telah memabaca.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKak tinnnn🥺🥺 ❤️
BalasHapusSelalu ku nanti hingga kisah kesuksesan, Semangat kak tin💪🏻
Semoga Sukses selalu PBA17 aamiin🙏🏻🙏🏻😇😇😇
BalasHapus