Puisi Cinta Seorang Perantau
“ Bukan Siapa-siapa ”
Assalamualaikum…
Tahajud
Witir
Dhuha
Waalaikumussalam…
Jika
saja kau dapat berbicara
Mungkin
Aku tak selalu meminta
Kau
Merasakannya, bukan?
Aku
mencintainya, dapatkah kau bercerita?
Ayat
demi ayat terlantun lirih
Nampak
sesosok anak rantau yang butuh kasih
Duhai…
semesta, lihatlah dia yang sedang tertatih
Bahu
yang lelah
Mata
yang basah
Kaki
yang kehilangan arah
Beritahu
Aku semesta, dapatkah Aku mencintainya?
Sebab
Aku takkan terbang dengan satu sayap
Tak
dapat berdiri hanya dengan satu kaki
Bahkan
Aku tak bisa mati, jika janji tak bisa ditepati
Kerinduan
ini membuatku gila…
Kehilangan
dirimu sebuah luka…
Kau
adalah sosok yang ketiga…
Sayangnya,
kau bukan siapa-siapa…
Aku
masih teringat, saat senja tiada
Malam
tiba-tiba menyapa dengan segenap rangkaian kata
Datang
seorang rupawan berbalut iman
Wajah
berseri yang terbasuh air suci tanda patuh perintah Ilahi
Aku
tak bisa berkata
Aku
tak bisa merangkai kata
Namun
dalam diam…
Aku
mencintai sosok yang bukan siapa-siapa…
Awalnya,
tak saling kenal dan tegur sapa
Awalnya,
tak ku tahu wujud rupa tanpa nama
Hingga
kini Aku bertanya
Apakah
diapun merasa?
Tetap
saja dia bukan siapa-siapa…
Entahh…
saat ini kau masih biasa saja
Tak
yakin dirimu akan merasa pula
Buktinya,
kau masih diam tanpa kata
Dan
tetap kau bukan siapa-siapa…
Suatu
saat kau akan merasa
Dan
Aku tak lagi merasa
Rasa
itu telah sia-sia
Menunggu
orang yang bukan siapa-siapa…
Sekarang
rasa itu hanya teruntuk pelita dunia
Ibuku…
Ibuku… Ibuku… Ayahku
InsyaAllah.. perjuangan dan rindumu berbuah bahagia. Aamiin
BalasHapusAamiin ukhty, mari sama-sama berjuang untuk satu tujuan. Bismillah skripsi bahasa Arab.
BalasHapus